<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Novita82&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://novita82.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://novita82.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2009 05:13:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='novita82.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Novita82&#039;s Blog</title>
		<link>http://novita82.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://novita82.wordpress.com/osd.xml" title="Novita82&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://novita82.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CABAI</title>
		<link>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/cabai/</link>
		<comments>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/cabai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 05:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita82</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/cabai/</guid>
		<description><![CDATA[CABAI Family Solanaceae Deskripsi Herba tegak, 1 tahun atau menahun, sering kuat dan bercabang lebar, tinggi 1-2,5 m. Bagian batang yang muda berambut halus. Daun tersebar, atau 2-3 bersama-sama dan kemudian berbeda dalam besarnya, tangkai 0,5- 2,5 cm panjangnya ; helaian daun bulat telur memanjang atau ellips bentuk lanset, dengan pangkal meruncing dan ujung runcing, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novita82.wordpress.com&amp;blog=8525995&amp;post=23&amp;subd=novita82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CABAI<br />
  Family   Solanaceae </p>
<p>Deskripsi</p>
<p>Herba tegak, 1 tahun atau menahun, sering kuat dan bercabang lebar, tinggi 1-2,5 m. Bagian batang yang muda berambut halus. Daun tersebar, atau 2-3 bersama-sama dan kemudian berbeda dalam besarnya, tangkai 0,5- 2,5 cm panjangnya ; helaian daun bulat telur memanjang atau ellips bentuk lanset, dengan pangkal meruncing dan ujung runcing, gundul, 1,5-12 kali 1-5 cm. Bunga mengangguk, tangkai 10-18 mm. Tabung kelopak berusuk bentuk lonceng, gundul, tinggi 2-3 mm, pada buahnya membesar sekali, dengan 5 gigi. Mahkota bentuk roda, berbagi 5 dalam, tinggi tabung 2 mm, tepian terbentang, luas, garis tengah 1,5-2 cm, taju runcing. Kepala sarl semula ungu, kemudian hijau perunggu. Buah buni bentuk garis lanset, merah cerah, rasa pedas. Dari Amerika tropis; sering ditanam untuk buahriya dan tunas yang muda, kadang-kadang seolah-olah liar.<br />
Manfaat</p>
<p>Jenis sayuran ini banyak diusahakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Orang Indonesia yang menyukai sambal dan masakan yang pedas banyak membutuhkan cabai setiap hari.<br />
Syarat Tumbuh</p>
<p>Cabai dapat hidup pada daerah yang memiliki ketinggian antara 01.200 m dpl. Berarti tanaman ini toleran terhadap dataran tinggi maupun dataran rendah. Jenis tanah yang ringan ataupun yang berat tak ada masalah asalkan diolah dengan baik. Namun, untuk pertumbuhan dan produksi terbaik, scbaiknya ditanam pada tanah berstruktur remah atau gembur dan kaya bahan organik. Sedang pH tanah yang dikehendaki antara 6,0-7,0.<br />
Pedoman Budidaya</p>
<p>Benih Benih cabai dapat diperoleh dari buah yang tua yang bentuknya sempurna, tidak cacat, dan bebas hama-penyakit. Belahlah buah cabai secara memanjang. Keluarkan bijinya dan dijemur. Biarkan hingga kering. Biji seperti ini bisa langsung disemai. Apabila ingin disimpan lama sebaiknya biarkan buah cabai tetap utuh dan jemur hingga kering. Bila sudah ingin disemai, bijinya yang kering dikeluarkan. Apabila benih terlanjur lama disimpan maka sebelum disemaikan direndam dahulu dalam air hangat. Biarkan sebentar. Nanti akan terlihat sebagian biji terendam dan sebagian mengapung. Biji yang mengapung dibuang karena biji tersebut sudah rusak dan bila dipaksakan ditanam akan sulit tumbuh. Biji yang terpilih untuk ditanam sebaiknya mengalami perlakuan benih dahulu. Benih direndam dalam larutan kalium hipoklorit 10 % sekitar 10 menit. Tindakan ini sebagai penangkal penyakit virus yang sering terdapat pada benih. Benih juga dapat direndam dalam air hangat (suhu 50°C) selama semalam. Tujuan perendaman agar benih cepat tumbuh. Kebutuhan benih cabai per hektar ialah antara 200-500 g. Untuk cabai hibrida sebaiknya memakai benih yang langsung dibeli di toko. Bila mengambil benih dari buah yang ditanam sendiri maka hasil panen bei-ikutnya akan jauh berkurang. Tanaman cabai sebaiknya ditanam dalam bentuk bibit. Untuk itu diperlukan persemaian. Persemaian sederhana dengan atap daun kelapa, daun pisang, atau alang-alang bisa dipakai. Pada daerah dataran tinggi atau daerah yang sering ditiup angin kencang, sebaiknya dibuat atap yang kekuatannya memadai. Misalnya, atap plastik yang lumayan kokoh. Arah bedengan persemaian dibuat menghadap ke timur. Tanah bedengan diolah agar gembur. Tambahkan pupuk kandang dengan dicampur merata. Tebarkan biji cabai dan siram dengan sprayer halus agar tumbuh baik. Rawat dan siramilah bibit secara teratlir. Setelah berumur 30-40 hari setelah semai bibit siap ditanam di lahan. Penanaman Cabai bisa di tanam di lahan sawah atau tegalan. Bila ditanam di lahan sawah sebaiknya di akhir musim hujan sehingga jumlah air di lahan tidak berlebihan. Sedangkan bila ditanam di tegalan saat yang tepat adalah musim hujan. Pemilihan musim ini penting agar kebutuhan air tanaman cabai tersedia dengan tepat. Tanah dibersihkan dari gulma dan dicangkul atau dibajak agar gembur. Bila pH tanah kurang dari 5,5, tambahkan kapur. Untuk satu hektar tanah asam dibutuhkan 1-1,5 ton kapur. Kapur akan memberikan pengaruh terbaik bila diberikan 1 bulan sebelum tanam. Selanjutnya boleh dipilih apakah cabai akan ditanam dengan sistem baris tunggal (single row) atau sistem beberapa baris pada bedengan. Sistem baris tunggal banyak dipakai petani cabai dataran tinggi serta dataran rendah yang tergolong medium karena cocok dengan tanah yang bertekstur ringan atau sedang. Sistem beberapa baris pada bedengan lebih umum digunakan petani dataran rendah karena sistem tanahnya yang bertekstur liat hingga berat. Jarak tanam yang digunakan pada sistem baris tunggal adalah (60-70 cm x 30-50 cm). Sedangkan untuk sistem bedengan, jarak tanamnya (40-50 cm x 30-40 cm). Pada setiap titik dibuat lubang tanaman. Ukuran lubang tak perlu besar yang penting bisa memuat benih sapihan beserta tanah yang membalut perakarannya.<br />
Pemeliharaan</p>
<p>Pemeliharaan Benih sapihan biasanya tumbuh terus dengan baik. Bila ada tanaman yang mati, sebaiknya segera disulam. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman susulan tidak terlalu jauh berbeda dengan yang lebih dahulu tumbuh baik. Tindakan pemeliharaan lain untuk tanaman cabai yang penting adalah penyiangan, penggemburan, dan pengairan. Penyiangan dilakukan dengan kored atau dengan langsung mencabut. Penyiangan dengan kored berfungsi juga sebagai penggembur tanah. Pengairan dilakukan terutama pada awal penanaman atau pada saat air hujan tak mencukupi kebutuhan tanaman. Pemupukan: Kebutuhan pupuk kandang untuk setiap hektar lahan cabai adalah sekitar 20 ton. Selain itu pupuk buatan juga diberikan. Pupuk yang biasa diberikan adalah Urea dengan dosis 225 kg/ha, TSP dengan dosis 100-150 kg/ha, dan KCl dengan dosis 100-150 kg/ha. Pupuk Urea diberikan tiga kali. Sepertiga bagian di awal tanam, sepertiga berikutnya di bulan pertama dan kedua. Sebaiknya pupuk diberikan dengan cara ditugal. Pemupukan pertama merupakan gabungan dari Urea, TSP, dan KCI.<br />
Hama dan Penyakit</p>
<p>Jenis-jenis hama yang banyak menyerang tanaman cabai antara lain kutu daun dan trips. Kutu daun menyerang tunas muda cabai secara bergerombol. Daun yang terserang akan mengerut dan melingkar. Cairan manis yang dikeluarkan kutu, membuat semut dan embun jelaga berdatangan. Embun jelaga yang hitam ini sering menjadi tanda tak langsung serangan kutu daun. Pengendalian kutu daun (Myzus persicae Sulz.) dengan memberikan Furadan 3 G sebanyak 60-90 kg/ha atau sekitar 2 sendok makan/10 m2 area. Apabila tanaman sudah tumbuh semprotkan Curacron 500 EC, Nudrin 215 WSC, atau Tokuthion 500 EC. Dosisnya 2 ml/liter air. Serangan hama trips amat berbahaya bagi tanaman cabai, karena hama ini juga vektor pembawa virus keriting daun. Gejala serangannya berupa bercak-bercak putih di daun karena hama ini mengisap cairan daun tersebut. Bercak tersebut berubah menjadi kecokelatan dan mematikan daun. Serangan berat ditandai dengan keritingnya daun dan tunas. Daun menggulung dan sering timbul benjolan seperti tumor. Hama trips (Thrips tabaci) dapat dicegah dengan banyak cara. Pemakaian mulsa jerami, pergiliran tanaman, penyiangan gulma atau rumputan pengganggu, dan menggenangi lahan dengan air selama beberapa waktu. Pemberian Furadan 3 G pada waktu tanam seperti pada pencegahan kutu daun mampu mencegah serangan hama trip juga. Akan tetapi, untuk tanaman yang sudah cukup besar, dapat disemprot dengan Nogos 50 EC, Azodrin 15 WSC, Nuracron 20 WSC, dosisnya 2-3 cc/1. Adapun jenis-jenis penyakit yang banyak menyerang cabai antara lain antraks atau patek yang disebabkan oleh cendawan Colletotricum capsici dan Colletotricum piperatum, bercak daun (Cercospora capsici), dan yang cukup berbahaya ialah keriting daun (TMV, CMVm, dan virus lainnya). Gejala serangan antraks atau patek ialah bercak-bercak pada buah, buah kehitaman dan membusuk, kemudian rontok. Gejala serangan bercak daun ialah bercak-bercak kecil yang akan melebar. Pinggir bercak berwama lebih tua dari bagian tengahnya. Pusat bercak ini sering robek atau berlubang. Daun berubah kekuningan lalu gugur. Serangan keriting daun sesuai namanya ditandai oleh keriting dan mengerutnya daun, tetapi keadaan tanaman tetap sehat dan segar. Selain penyakit keriting daun, penyakit lainnya dapat dicegah dengan penyemprotan fungisida Dithane M 45, Antracol, Cupravit, Difolatan, Trimiltoa, dan Zincofol. Konsentrasi yang digunakan cukup 0,2-0,3%. Bila tanaman diserang penyakit keriting daun maka tanaman dicabut dan dibakar. Sedang pengendalian keriting daun secara kimia masih sangat sulit.<br />
Panen dan Pasca Panen</p>
<p>Panen Cabai dataran rendah lebih cepat dipanen dibanding cabai dataran tinggi. Panen pertama cabai dataran rendah sudah dapat dilakukan pada umur 70-75 hari. Sedang di dataran tinggi panen baru dapat dimulai pada umur 4-5 bulan. Setelah panen pertama, setiap 3-4 hari sekali dilanjutkan dengan panen rutin. Biasanya pada panen pertama jumlahnya hanya sekitar 50 kg. Panen kedua naik hingga 100 kg. Selanjutnya 150, 200, 250, &#8230;, . hingga 600 kg per hektar. Setelah itu hasilnya menurun terus, sedikit demi sedikit hingga tanaman tidak produktif lagi. Tanaman cabai dapat dipanen terus-menerus hingga berumur 6-7 bulan. Cabai yang sudah berwama merah sebagaian berarti sudah dapat dipanen. Ada juga petani yang sengaja memanen cabainya pada saat masih muda (berwarna hijau). Kriteria panennya saat ukuran cabai sudah besar, tetapi masih berwama hijau penuh. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novita82.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novita82.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novita82.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novita82.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novita82.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novita82.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novita82.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novita82.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novita82.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novita82.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novita82.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novita82.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novita82.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novita82.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novita82.wordpress.com&amp;blog=8525995&amp;post=23&amp;subd=novita82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/cabai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/936279d13813d3da7edad10a780e6a90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novita82</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kesehatan</title>
		<link>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/kesehatan/</link>
		<comments>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 03:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita82</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/kesehatan/</guid>
		<description><![CDATA[Rajin membersihkan wajah. Salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah kotoran dan bakteri yang menempel di wajah. Dengan mencuci muka atau membersihkan wajah menggunakan susu pembersih dapat segera menyingkirkan kotoran dan bakteri yang ada. Singkirkan rambut dari wajah Rambut akan menjadi kotor dan berminyak saat kita melakukan aktivitas sehari-hari. Bila rambut menyentuh wajah, maka kotoran tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novita82.wordpress.com&amp;blog=8525995&amp;post=12&amp;subd=novita82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="display:inline-block;width:500px;padding:0 10px;">
<ol>
<li>
<h3>Rajin membersihkan wajah.</h3>
<p>Salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah kotoran dan bakteri yang menempel di wajah. Dengan mencuci muka atau membersihkan wajah menggunakan susu pembersih dapat segera menyingkirkan kotoran dan bakteri yang ada.</li>
<li>
<h3>Singkirkan rambut dari wajah</h3>
<p>Rambut akan menjadi kotor dan berminyak saat kita melakukan aktivitas sehari-hari. Bila rambut menyentuh wajah, maka kotoran tersebut dapat pindah ke wajah kita dan dapat menimbulkan jerawat.</li>
<li>
<h3>Cuci sarung bantal dan seprei secara teratur</h3>
<p>Rambut yang kotor atau wajah yang tidak bersih dapat menyebabkan kuman dan kotoran berpindah di sarung bantal atau seprei saat kita menggunakan bantal. Kemudian, pada saat yang lain saat wajah menempel di bantal, kotoran tersebut kembali menempel di wajah kita.</li>
<li>
<h3>Minum 8 gelas air sehari.</h3>
<p>Mengkonsumsi air yang cukup dapat membantu tubuh mengeluarkan racun dan zat tidak berguna yang ada di tubuh, sehingga dapat mengurangi risiko timbulnya jerawat.</li>
<li>
<h3>Menggunakan masker pencegah jerawat secara teratur.</h3>
<p>Dengan menggunakan masker madu dan jeruk nipis. Hal ini dapat membantu menghilangkan bakteri dan minyak di wajah.</li>
<li>
<h3>Kurangi penggunaan kosmetik</h3>
<p>Menggunakan kosmetik dapat menyumbat pori-pori wajah. Sumbatan ini membuat pori-pori tidak bernafas dengan baik. Pilihlah kosmetik yang berbahan dasar air yang dapat mengurangi potensi timbulnya jerawat dibanding kosmetik yang berbahan dasar minyak.</li>
<li>
<h3>Jangan pencet jerawat yang ada.</h3>
<p>Tangan yang kotor saat anda memegang dan memencet jerawat memicu meningkatnya minyak dan kotoran di wajah. Saat memencet jerawat, lapisan yang ada di bawah kulit dapat menjadi rusak dan menyebabkan minyak wajah menyebar ke bagian lain dari wajah sehingga jerawat timbul semakin banyak</li>
</ol>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novita82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novita82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novita82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novita82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novita82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novita82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novita82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novita82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novita82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novita82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novita82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novita82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novita82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novita82.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novita82.wordpress.com&amp;blog=8525995&amp;post=12&amp;subd=novita82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/936279d13813d3da7edad10a780e6a90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novita82</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menanam Cabe Merah di Lahan Kering</title>
		<link>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/menanam-cabe-merah-di-lahan-kering/</link>
		<comments>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/menanam-cabe-merah-di-lahan-kering/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 03:34:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita82</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[biologi]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novita82.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Menanam Cabe Merah di Lahan Kering Cabe atau lombok (Capsicum annum) termasuk suku Selanaceae dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabe banyak mengandung vitamin A dan C serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan memberikan kehangatan panas bila kita gunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Kita sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novita82.wordpress.com&amp;blog=8525995&amp;post=9&amp;subd=novita82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-19" title="novita 2" src="http://novita82.files.wordpress.com/2009/07/novita-24.jpg?w=480" alt="novita 2"   /></p>
<h1></h1>
<h1>Menanam Cabe Merah di Lahan Kering</h1>
<p>Cabe atau lombok (Capsicum annum) termasuk suku Selanaceae dan merupakan tanaman<br />
yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabe banyak<br />
mengandung vitamin A dan C serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan<br />
memberikan kehangatan panas bila kita gunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur).<br />
Kita sering melihat para ibu rumah tangga yang menanam cabe sebagai selingan yang<br />
menguntungkan. Hasil buahnya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa harus<br />
membelinya di pasar.<br />
Syarat Tumbuh<br />
Tanaman cabe, cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak<br />
tergenang air ; pH tanah yang ideal sekitar 5 &#8211; 6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering<br />
adalah pada akhir musim hujan (Maret &#8211; April). Untuk memperoleh harga cabe yang tinggi,<br />
bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada<br />
resiko kegagalan. Usahakan dibuat saluran drainase yang baik.<br />
Tanaman ini diperbanyak melalui biji, yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas<br />
dari hama dan penyakit . Buah cabe yang telah kita seleksi untuk bibit dijemur hingga kering.<br />
Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru kita ambil bijinya: Untuk<br />
areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabe (300-500 gr biji).<br />
Persemaian<br />
Tanah persemaian digemburkan dan dibikin bedengan dengan lebar 125 cm panjang<br />
menurut ukuran tanah dan diberi pupuk kandang dan diberi TSP I Kg per meter bujur<br />
sangkar 2 (dua) hari sebelum benih ditaburkan. Setelah itu ditutup dengan tanah atau sekam<br />
untuk menghindari hujan dan angin. Benih cabe dapat dipindahkan setelah berumur 1 (satu)<br />
bulan.<br />
Pengolahan Tanah<br />
Sambil menunggu bibit yang akan dipindahkan, tanah disiapkan dengan pengolahan yang<br />
baik, bersamaan dengan itu diperam pupuk . kandang yang dicampur dengan TSP dan Urea<br />
selama 20 hari (1 karung pupuk kandang + 1 Kg TSP + 1 \4 Kg Urea). Satu hektar<br />
membutuhkan pupuk kandang 15 ton. Seminggu sebelum tanam, pupuk kandang<br />
dimasukkan kedalam lubang tanam kurang lebih 1\5 Kg per lubang dengan jarak tanam 50 x<br />
60 Cm. Umur bibit 1-1,5 bulan. Bila tersedia Biofert, berikan soil conditioner (penyubur<br />
tanah) ini dengan dosis 30 Kg per hektar. Biofert membuat pemupukan lebih efisien dan<br />
meningkatkan mutu buah cabe.<br />
Pemeliharaan<br />
Setelah tanaman berumur 15 &#8211; 20 hari tanam, dilakukan pemupukan pertama. Caranya<br />
dengan mencampur Za 400 Kg, TSP 200 Kg dan KCL 50 Kg per hektar; caranya diberikan<br />
10 gram per lubang. Pada umur 35 &#8211; 40 hari setelah tanam dipupuk lag] dengan 350 Kg Za<br />
dan 50 Kg KC1, diberikan 15 gram per lubang.<br />
Pemupukan selanjutnya pada umur 60 hari setelah tanam dengan memberikan Za 400 Kg<br />
dan KCl 50 Kg diberikan 20 gram per lubang tanam. Pemupukan tetap diulangi lagi setiap 20<br />
hari sekali setelah tanaman cabe panen 4 &#8211; 5 kali, dengan dosis seperti di atas. Untuk<br />
meningkatkan produksi dari tanaman cabe perlu diberikan PPC seperti (Bayfolan, Super<br />
Florosing, Gandasil D\B Grenzit, dll) dimulai pada hari ke-4, 8 dan 12 setelah tanam<br />
kemudian satu kali seminggu.<br />
ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) diberikan setelah tanaman berumur 15 hari, dan diberikan<br />
setiap 20 hari sekali. ZPT yang digunakan adalah Dekamon, Darmasri, Sitosim, Atonik dan<br />
lain-lain dengan ukuran satu sendok teh dalam 20 liter air.<br />
Berikan mulsa jika memasuki musim kering. Mulsa mencegah penguapan daun dan tanah<br />
serta membuat tanah lembab dan gembur.<br />
Hama dan Penyakit<br />
Ada musim agar penyakitnya tidak menular.<br />
Keberhasilan kebun cabe sangat diperlukan. Kebun yang kotor akan merangsang<br />
berjangkitnya penyakit keriting. Oleh karena itu, tanamlah bibit-bibit yang sehat. Gunakanlah<br />
pupuk yang sesuai jenis dan dosisnya, karena pemupukan yang tepat akan berpengaruh<br />
kepada pertumbuhan tanaman cabe yang akibatnya akan menambah daya tahan terhadap<br />
serangan hama dan penyakit.<br />
Pemetikan Hasil<br />
Buah pertama telah kemarau tanaman cabe sering diserang oleh hama lalat buah (Docus<br />
dorsalis) yang bisa merusak buah cabe, kutu daun (Myzus persiace, Tripa spp. dan Aphis<br />
spp.) dapat di berantas dengan pestisida Orthene 75 Sp, Hosianon 40 Ec, dan Curacron<br />
yang disemprotkan setup seminggu.<br />
Pada muslin penghujan, tanaman cabe banyak diserang, penyakit seperti Antraknose atau<br />
Krapak (Colectroticum capsici) dan cendawan yang menyebabkan bercak daun (Phytophtora<br />
capsici) serta penyakit layu (Pseudomonas solanaceanum). Penyakit ini dapat dicegah dan<br />
diberantas dengan fungisida seperti Dhitane 45 dan fungisida lainnya.<br />
Penyakit virus yang banyak menyerang pada tanaman cabe yang mengakibatkan daun<br />
menjadi keriting berwarna kekuning-kuningan. Dari itu lebih baik tanaman yang terserang<br />
penyakit itu dibongkar dan dibakar dapat dipetik pada umur 80 &#8211; 85 hari setelah tanam.<br />
Tanaman yang baik dapat dipetik 20 &#8211; 25 kali petik setiap 4 hari sekali. dengan produksi 3 &#8211; 4<br />
ton per hektar ( 1,5 &#8211; 2 ons per rumpun tanaman).<br />
Sumber : Menuju Pertanian Tangguh, Surat Kabar Sinar Tani, 1996</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novita82.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novita82.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novita82.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novita82.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novita82.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novita82.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novita82.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novita82.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novita82.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novita82.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novita82.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novita82.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novita82.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novita82.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novita82.wordpress.com&amp;blog=8525995&amp;post=9&amp;subd=novita82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/menanam-cabe-merah-di-lahan-kering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/936279d13813d3da7edad10a780e6a90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novita82</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://novita82.files.wordpress.com/2009/07/novita-24.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">novita 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>akhir cerita</title>
		<link>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/akhir-cerita/</link>
		<comments>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/akhir-cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 02:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita82</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novita82.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[akhir cerita bintang yang ku tunjuk cahayanya perlahan berubah kelam hancur jatuh berantakan padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya _taman langit seolah suram petang tak benderang tak membuat hatiku berteman., _bintang hati telah lebur terganti namun tiada arti sajak ku suram tak ada setitik terang _mungkin inikah akhir cerita cinta di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novita82.wordpress.com&amp;blog=8525995&amp;post=3&amp;subd=novita82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-6" title="novita 2" src="http://novita82.files.wordpress.com/2009/07/novita-2.jpg?w=480" alt="novita 2"   /><em><strong>akhir cerita</strong></em></p>
<p>bintang yang ku tunjuk<br />
cahayanya perlahan berubah kelam<br />
hancur jatuh berantakan<br />
padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya</p>
<p>_taman langit seolah suram<br />
petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,</p>
<p>_bintang hati telah lebur terganti<br />
namun tiada arti<br />
sajak ku suram tak ada setitik terang</p>
<p>_mungkin inikah akhir cerita cinta di tengah malam terhias purnama menyatu dalam angin melantun pilu</p>
<p>_purnama itu terluka,bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup merekat dengan cinta dalam pertemuan di iringi sepatah kata</p>
<p>“ini yang terbaik” bisikmu</p>
<p>_daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta</p>
<p>_malam merapat pulang<br />
di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>kenangan . . .<br />
yang teringat hanya canda dan kesedihan<br />
dalam gelap hati aku menangis<br />
mengenangpun tak jadi arti<br />
semua yang telah terjadi<br />
takkan kembali</p>
<p>kenangan . . .<br />
kan tercipta bila kekasih pergi<br />
tuk selamanya<br />
bisikan hati yang tersimpan dalam bayangan telah jadi bintang<br />
kali ini ku takkan biarkan ia terjatuh atau menangis</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Ragaku yang terduduk dalam lamunku kini<br />
tiada menorehkan senyuman abadi lagi<br />
Hatiku yang telah kau iris dengan luka dalam<br />
hingga tertembus jantung ini kini tiada menangis lagi<br />
Yang terekam manis sekarang hanyalah status palsu yang selalu kujunjung tinggi pada tiap pemerhatiku<br />
Aku tersesat pada hatiku sendiri karena kerelaan akan melepasmu pergi tuk menebus segala dosamu padaku<br />
Namun saat akan ku cari jalan keluar<br />
mengapa terjadi pesimpangan yang tiap artinya berbeda akan hatiku?<br />
Suatau masa depan cerah tanpa dirinya<br />
atau hanya hidup dalam kesalahan yang selalu membekas di hati<br />
Dalam kebimbangan raga dan pikiranku<br />
yang selalu tertuju pada sisi terburuk,<br />
cahaya jalan penerangNya perlahan mulai mampu menerangi jalanku<br />
Walau sampai sekarangpun ku hanya mampu berharap,kini ku hanya bisa menjalankannya sambil menunggu jawaban waktu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novita82.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novita82.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novita82.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novita82.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novita82.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novita82.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novita82.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novita82.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novita82.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novita82.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novita82.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novita82.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novita82.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novita82.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novita82.wordpress.com&amp;blog=8525995&amp;post=3&amp;subd=novita82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novita82.wordpress.com/2009/07/11/akhir-cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/936279d13813d3da7edad10a780e6a90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novita82</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://novita82.files.wordpress.com/2009/07/novita-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">novita 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
